Tarif Grab, Tarif Uber dan Tarif Taksi Online Naik, Waduh Ternyata Dibaliknya Seperti Ini

Belakangan ini berita tentang tarif Grab naiktarif Uber naik , atau tarif taksi online naik , sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Berbagai media seakan berlomba-lomba memberitakan mengenai kenaikan tarif taksi berbasis online ini.

tarif taksi online naik

Sebagian mungkin sudah mengetahui bahwa naiknya tarif taksi online ini dikarenakan adanya penetapan batas bawah dan batas atas dari pemerintah.

Ketetapan ini sebelumnya diatur dengan Peraturan Menteri Perhubungan No.32 tahun 2016 dan dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.26 tahun 2017, yang menetapkan bahwa sejak 1 Juli 2017 akan diberlakukan ketentuan sebagai berikut :

Untuk wilayah satu yaitu  Pulau Jawa , Sumatera dan Bali tarif batas bawah adalah sebesar Rp.3.500 per kilometer sedangkan tarif batas atas adalah Rp.6.000 per kilometer.

Sedangkan untuk wilayah dua yaitu Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua tarif batas bawahnya adalah Rp.3.700 perkilometer sedangkan tarif batas atasnya Rp.6.500 per kilometer.

Akibat dari penetapan tersebut, dampak yang sudah mulai dirasakan masyarakat adalah kenaikan tarif taksi online hingga hampir mencapai 2 kali lipat.

Hal ini bisa dilihat dalam wawancara yang dilakukan oleh sebuah stasiun TV Swasta, yang coba mewawancarai para pengguna taksi online.

Dari hasil wawancara tersebut rata-rata masyarakat pengguna mengeluhkan tarif yang mereka bayar naik hampir mendekati 2 x lipat dari tarif biasanya.

Bahkan seorang penyiar statiun TV swasta tersebut mencoba untuk memesan sebuah taksi grab untuk perjalanan dari Bogor menuju stasiun tv tersebut di Kawasan Industri Pulo Gadung mendapati tarif sebesar Rp.229.000.

Di saat yang bersamaan penyiar tersebut mencoba untuk memesan melalui aplikasi taksi konvensional untuk perjalanan yang sama mendapati perkiraan tarif Rp.234,000.

Salah satu kejadian lagi, seorang ibu yang biasanya pulang dan pergi kantor menggunakan taksi online kaget karena tarif yang selama ini berkisar Rp.12.000 sampai Rp.15.000 tiba-tiba mengalami kenaikan menjadi Rp.40.000.

Jelas sekarang tarif taksi online sudah hampir sama dengan tarif taksi konvensional.

Tarif taksi online naik, ada apa sebenarnya ?

Menurut Menteri Perhubungan Budi Kusmaidi dalam merdeka.com hal ini adalah untuk mencegah terjadinya perang tarif yang berakibat pada tidak sehatnya iklim investasi.

Menteri perhubungan lebih lanjut menjanjikan bahwa akan adanya keseimbangan tarif nantinya, bahwa tarif taksi online naik dan tarif taksi konvensional akan turun sehingga terjadi keseimbangan tarif yang baru.

Hal ini untuk melindungi perang tarif yang sudah mulai dirasa merugikan pengemudi akhir-akhir ini.

tarif grab naik
Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi

Salah satu anggota Ombudsman Alvin Lie dalam cnnindonesia.com juga mengatakan bahwa jika tidak dibatasi maka akan ada 3 hal yang berlaku :

  1. Operator taksi online akan saling banting harga sehingga tarif menjadi tidak rasional lagi.  Hal ini akan menjadi pukulan telak bagi iklim investasi transportasi khususnya moda angkutan taksi di Indonesia.
  2. Dengan perang harga seperti itu maka driver taksi online akan kehilangan biaya perawatan yang harus disisihkan dari tarif normal.
  3. Dengan tarif yang terlalu rendah maka para driver akan bekerja ekstra keras, bahkan sampai larut malam sehingga kelelahan yang meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan.

Sehingga dengan pemberlakuan tarif batas atas dan batas bawah ini justru pengemudi taksi online akan lebih terlindungi dan terjamin.

Sambung Alvin Lie lagi, sikap pemerintah ini harus disikapi positif karena melindungi kepentingan publik dan berbagai pihak.

Menurutnya sebuah peraturan tidak bisa membuat semua orang happy.

Tanggapan Operator dan Pengamat Transportasi

Salah seorang pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan seperti yang kami kutip dari liputan6.com menyayangkan keputusan ini.

Menurutnya untuk mencapai keseimbangan tarif seharusnya yang atas mau menurunkan tarifnya ke bawah, bukan yang bawah dipaksa menaikkan tarifnya.

Akibatnya menurutnya masyarakat yang dipaksa membayar tarif lebih mahal dari seharusnya.

Padahal selama ini masyarakat telah menikmati transportasi dengan tarif yang murah dan fasilitas yang baik.

Untuk operator taksi online sendiri pun seperti yang sudah kita duga, mereka kompak menyatakan keberatan dengan ketetapan pemerintah ini.

tarif uber naik

Mereka tadinya berharap agar kebijakan ini dapat ditunda dan dikaji lebih dalam lagi, namun menurut pemerintah sosialisasi tarif ini sudah diberikan semenjak 3 bulan lalu dan sudah saatnya untuk diterapkan.

Dengan naiknya tarif taksi online ini memang ada beberapa keuntungan juga yang bisa di dapatkan masyarakat, yaitu dengan adanya batas atas maka tarif taksi online tidak akan lebih mahal dari taksi konvensional walau disaat-saat peak sekalipun.

Semakin beragamnya pilihan bagi masyarakat, karena tarif yang sudah hampir sama maka yang selama ini fanatik dengan taksi online kini sudah mulai bisa menggunakan taksi konvensional kembali.

Apakah penetapan tarif ini juga berlaku untuk ojek online?

Untungnya menurut penjelasan Menteri Perhubungan disebutkan bahwa penetapan tarif ini hanya berlaku untuk moda transportasi roda empat.

Sedangkan untuk ojek online belum ada pengaturannya.

Oleh karena itu untuk yang setia menggunakan ojek online masih bisa berlega hati karena tarif untuk ojek online masih tidak mengalami kenaikan.

Bagaimana dengan anda apakah anda setuju dengan pendapat pemerintah bahwa tarif taksi online naik ataukah anda setuju dengan pendapat pengamat transportasi yang menyayangkan kebijakan ini ?

Baca juga yuk :

Cara membuat toko online gratis berbasis wordpress

Ini triknya jika anda ingin berjualan melalui Facebook

Seluruh gerai seven eleven tutup pada 30 Juni 2017 ternyata sebabnya karena hal ini

Wow, mobil mewah digunakan sebagai taksi online, lihat reaksi orang yang dijemputnya
Bahaya Fidget Spinner Bagi Anak Yang Harus Diketahui
Yuk bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan