Lenovo AIO 520-22IKU Spesifikasi Dan Review Setelah 3 Tahun

Lenovo AIO 520-22IKU ini adalah sebuah komputer desktop yang mengusung konsep All In One (AIO).

Mempunyai layar yang lebar layaknya komputer desktop namun tanpa unit CPU yang terpisah layaknya sebuah Laptop.

Konsep seperti ini adalah konsep yang saya sukai. Sebab komputer desktop Lenovo AIO 520 ini nyaman untuk bekerja.

Konsep AIO nya membuat desain komputer seperti ini tidak memakan banyak tempat di meja kerja kita.

penampilan komputer Lenovo AIO 520-22IKU

Komputer ini kami beli pada bulan November 2017 pada saat itu dengan harga Rp.6.700.000.

Kini saat artikel ini ditulis sudah 3 tahun lebih saya menggunakan komputer ini.

Seperti apa review produk Lenovo ini ?

Artikel ini coba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada tentang komputer cantik ini.

Siapa tahu anda berminat untuk meminangnya karena walau sudah discontinue, tetapi masih ada yang menjualnya.

Baik dalam keadaan baru maupun second hand.

Spesifikasi Lenovo AIO 520-22IKU

Mari kita tinjau apa saja perangkat yang disematkan ke dalam komputer ini.

Untuk pembahasannya saya tidak akan bahas secara mendetail semuanya.

Tapi kita akan bahas perangkat utamanya saja yang biasanya kita pertimbangkan saat membeli sebuah komputer.

1. Processor Core i3-6006u

CPU yang digunakan adalah Core i3-6006u yang pertama kali dirilis pada akhir 2016.

Processor ini merupakan generasi ke-6 dalam jajaran processor intel core dengan kode sebutan Skylake.

Dibuat dengan arsitektur 14nm, paling tidak processor ini sudah termasuk sebagai jajaran processor yang cukup hemat daya yang membutuhkan daya hanya 15W saat dioperasikan.

Kecepatan yang diusungnya adalah 2.00 Ghz, yang cukup mumpuni untuk melakukan pekerjaan sehari-hari karena sudah termasuk dalam jajaran core i3 dengan 2 cores yang terbagi menjadi 4 threads.

Artinya secara fisik hanya ada 2 core pada processor ini, namun setiap corenya bisa terbagi menjadi 2 lagi sehingga seakan-akan ada 4 processor dalam CPU ini.

Benchmark dari processor ini mendapat nilai 2299 dari situs cpubenchmark yang bisa dilihat disini.

2. Vga Intel HD Graphics 520

Karena bentuk cpunya yang menyatu dengan layar tentunya kita tidak akan menemui GPU berupa vga card yang tertancap di komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini.

VGA atau GPU yang tersemat dalam komputer ini adalah VGA onboard Intel HD Graphics 520.

Dengan VGA seperti ini tentu kita tidak bisa berharap untuk dapat memainkan game-game berat di komputer ini.

Frekwensi normal dari GPU ni adalah 300 MHz dengan burst frekwensi mencapai 900 MHz.

DirectX yang digunakan untuk VGA ini adalah DirectX 12 dengan seri OpenGL 4,4.

3. Memory Atau RAM Lenovo AIO 520-22IKU

Memory yang didapat pada paket penjualan standardnya adalah 4GB.

Namun saya belum sempat melakukan pengecekan apakah jenis memorinya berjenis DDR4 ataukah masih DDR3.

Kalau lihat dari spesifikasi di wikichip, maka sepertinya komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini bisa dipasangkan dengan jenis memori sebagai berikut :

  • DDR4-2133
  • LPDDR3-1866
  • DDR3L-1600

Maksimal memori yang bisa dipasangkan pada komputer ini adalah 32GB.

4. Spesifikasi Lainnya

Spesifikasi lainnya yang saya temukan pada komputer ini adalah hardisknya diberikan kapasitas 1TB.

Merk hardisknya sendiri adalah Seagate Barracuda ST1000DM3.

Hardisk ini sudah memiliki jenis koneksi SATA3 dengan kecepatan putaran piringan 7200 Rpm.

Sayangnya Lenovo masih belum memberikan SSD pada komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini.

Mungkin karena pada saat komputer ini di desain SSD masih termasuk teknologi baru yang masih dijual dengan harga yang cukup mahal.

Untuk layarnya sendiri berukuran 21.5″ berjenis LED Panel.

Keyboard dan Mouse juga diberikan sepaket dengan pembelian unitnya.

Untuk koneksi mouse dan keyboardnya sendiri menggunakan koneksi Kabel USB, dan belum menggunakan wireless.

Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat screenshot Device Manager di bawah ini.

Processor komputer lenovo aio 520-22IKU

Review Penggunaan

Selesai kita melihat isi daleman dari komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini sekarang saya akan bercerita pengalaman saya menggunakan komputer ini selama lebih dari 3 tahun.

Sebagai informasi tambahan, pada komputer ini saya menggunakan antivirus Bitdefender versi free, juga terpasang program screenshot layar Lighstshot Screenshot.

Kedua program ini terus berjalan di latar (background) yang tentunya menggunakan beberapa bagian memori juga.

Mau Tahu Cara Mudah Screenshot Layar Komputer ? Baca Disini !

Selain itu dikomputer ini juga terpasang program sinkronisasi Google Drive dan Mega Cloud yang tentunya akan selalu aktif melakukan sinkronisasi drive kita.

Review Lama Waktu Booting

Layaknya komputer yang baru pertama kali kita pergunakan, maka pada saat awal waktu booting akan terasa sangat cepat.

Hal ini karena belum banyaknya file yang tersimpan dan memakan memory.

Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak program yang kita pasang maka komputer akan terasa melambat.

Terutama saat waktu booting yang bisa memakan waktu beberapa menit, sampai kita harus bersabar menunggunya.

Namun hal itu tidak terjadi di komputer ini.

Memang tetap ada perlambatan dibandingkan periode awal saya menggunakannya.

Namun perbedaannya tidaklah terlalu ekstrim seperti yang sering terjadi pada komputer desktop rakitan.

Mungkin karena arsitektur desain dari komputer ini yang sudah dimaksimalkan oleh pihak Lenovonya.

Nice !

Inilah salah satu manfaat yang kita dapatkan kalau kita membeli sebuah barang yang mempunyai merk jelas.

Memang harganya akan lebih tinggi dibandingkan yang tidak bermerk, namun tentunya akan ada kelebihan yang kita dapatkan untuk harga yang kita bayarkan.

Review Untuk Pekerjaan Sehari-Hari

Saat digunakan untuk pekerjaan sehari-hari dengan processor Core i3-6006u plus RAM 4GB sepertinya sudah cukup mumpuni.

Saat digunakan untuk mengerjakan pekerjaan baik memakai Microsoft Office (Word, Excel, Power Point) sama sekali tidak ada kendala berarti.

Bahkan untuk membuka 5-6 file Excel yang berisi rumus-rumus makro dan perhitungan berat sekaligus, komputer ini mampu menanganinya dengan baik.

Pekerjaan saya terkadang menuntut saya membuka banyak tab Google Chrome sekaligus.

Sedangkan kita tahu bahwa Google Chrome itu memakan memori yang cukup besar.

Satu waktu saya pernah membuka tab Google Chrome sampai lebih dari 100 tab sekaligus !

Dan saya cukup kagum dengan kemampuan komputer Lenovo AIO 520 ini untuk memanajemen penggunaan memorinya.

Saya tetap bisa bekerja dengan lancar !

Memang tetap ada tersendatnya, tapi tidak parah dan saya tetap dapat mengerjakan pekerjaan saya dengan nyaman.

Review Untuk Pekerjaan Multimedia

Mungkin kita tidak bisa berharap terlalu banyak pada kemampuan editing multimedia komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini .

Berikut adalah pengalaman edit multimedia yang saya lakukan dengan komputer ini.

Edit Menggunakan Photoshop

Pekerjaan yang saya kerjakan terkadang mengharuskan saya untuk melakukan editing baik photo, brosur, ataupun sekedar editing dokumen.

Saat saya menggunakannya dengan Photoshop CS6 yang terinstal ternyata komputer ini cukup mumpuni.

Bahkan bisa dikatakan sangat lancar untuk mengedit 2-3 gambar sekaligus.

Hal ini adalah sesuatu yang tidak saya sangka-sangka.

Karena biasanya untuk komputer dengan RAM 4GB yang terinstal bermacam program dan menyimpan ribuan bahkan mungkin puluhan ribu file akan terasa berat untuk multimedia.

Kembali mungkin ini karena arsitektur desain dari komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini sudah dioptimalkan oleh pihak Lenovonya.

Kemampuan Render Video Lenovo AIO 520-22IKU

Didorong rasa penasaran, maka satu waktu saya pernah mencoba melakukan render video di komputer ini.

Saya menggunakan Wondershare Filmora dan melakukan render video dengan resolusi Full HD 1080p 60 fps dengan durasi video +/- 10 menit.

Sebagai perbandingan komputer rakitan saya yang menggunakan processor AMD APU A8 dengan GPU integrated dan memory sama-sama 4GB sering tersendat pada saat melakukan editing.

Namun lagi-lagi saya merasakan proses yang lebih lancar dan proses kerja yang lebih cepat saat menggunakan komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini.

Memang saya masih merasakan agak tersendat pada saat editing, tapi rasanya jauh lebih baik dan lebih lancar dibandingkan komputer rakitan yang saya sebutkan diatas.

Saat melakukan rendering waktu yang dibutuhkan sepertinya sama dengan komputer rakitan saya tersebut.

Jadi untuk pekerjaan multimedia ringan menurut saya komputer ini masih cukup OK asal anda mau berbesar hati sedikit mengingat komputer ini bukan ditujukan khusus untuk pekerjaan multimedia editing.

Review Kenyamanan Layar

Dengan layar sebesar 21.5″ dan penampilan yang berwarna silver seluruhnya, komputer ini memang terasa mewah.

Untuk layarnya sendiri masih cukup enak dibuat kerja karena bidang yang luas memungkinkan melihat lebih banyak baik saat bekerja dengan Excel ataupun program-program lainnya.

Namun ada sedikit catatan.

Untuk saya pribadi saya merasa layarnya ini agak sedikit tajam untuk mata saya.

Mungkin karena mata saya yang memang sudah terlalu lama terpapar komputer sehingga agak sedikit sensitif dengan sinar atau karena hal lainnya.

Saya memang mengenal komputer semenjak jaman SMP dengan komputer pertama yang saya miliki adalah komputer XT 8088.

Layar komputernya masih berbentuk tabung yang warnanya masih hanya CGA waktu itu.

Jadi sudah cukup lama sekali mata saya terpapar radiasi layar komputer.

Sekarang saat saya bekerja menggunakan komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini saya sehari-hari menggunakan kacamata anti radiasi berwarna kuning yang saya beli di toko online dengan harga dibawah 150 ribu saja.

Saya harus menggunakan kacamata anti radiasi ini, karena kalau tidak setiap selesai bekerja, malam harinya mata saya akan terasa sakit dan pegal.

Jadi bagi saya tingkat brightness dan kontras dari layar ini masih agak terlalu tajam dan tidak ada pengaturan apapun untuk mengatur layarnya ini.

Memang hal ini bisa diatasi dengan software pengaturan yang merupakan bawaan VGA nya, namun tentu akan lebih memudahkan jika disediakan tombol pengaturan fisik untuk mengatur layarnya.

Berikut adalah tampilan layarnya yang saya photo menggunakan handphone secara langsung.

review layarnya menggunakan diagram warna

Review Suara Dari Speaker Dan Port Headphone

Kalau melihat di bagian belakang unit komputer ini maka kita akan menemukan logo Dolby.

Kartu Suaranya mendukung sistem suara Dolby

Hal ini seakan menyiratkan bahwa sektor sound dari komputer Lenovo AIO ini juga cukup diperhatikan.

Saat saya gunakan untuk memutar film maupun musik dengan speaker bawaannya saya merasa suaranya biasa saja.

Tidak ada yang terlalu istimewa.

Saat saya menggunakan headset yang cukup baik untuk mendengarkan musik, saya merasa sound yang dikeluarkan cukup detail dan cukup enak didengar.

Kemudian saya mencoba menggunakan headset dengan harga termurah yang bisa saya temukan yaitu music angel yang tidak sampai Rp.5.000 ternyata suaranya tetap cenderung ‘mendem’.

Jadi kesimpulan saya olah suara yang ada di komputer ini tidak bisa menolong terlalu banyak jika headset yang kita gunakan kurang baik.

Kekurangan Komputer Lenovo AIO 520-22IKU

Selain berbagai kelebihan yang saya sebutkan di atas, ternyata saya menemukan beberapa kekurangan yang terasa sedikit menyebalkan.

Keyboard Komputer Lenovo AIO 520-22IKU

Kekurangan pertama yang bagi saya terasa menjengkelkan adalah keyboard bawaanya.

Bagi saya untuk masalah keyboard Lenovo AIO 520-22IKU ini sepertinya Lenovo melakukan kesalahan yang cukup fatal.

Karena saat digunakan untuk bekerja seringkali tombol-tombolnya ‘mendem’ akibatnya hurufnya jadi tertekan terus menerus.

Hal ini bukan karena karet tombolnya yang sudah rusak, karena dari awal saya menggunakanpun sudah demikian.

Akibatnya saat kita sedang asyik mengetik tiba-tiba tombol yang terpendam tersebut tidak kembali ke posisi awal, sehingga saat kita terus mengetik yang keluar di layar jadi berantakan.

Mau tidak mau kita harus membereskannya kembali dan mengulang ketikan kita.

Hal yang fatal lainnya adalah saat kita memasukkan password apalagi token bank.

Kita tahu sendiri token bank membatasi kita salah memasukkan angka token hanya beberapa kali, jika tetap salah maka akan terblokir.

Seringkali saat memasukkan token ini saya tidak sadar ada huruf yang posisinya tertekan di keyboard, dan saya rasanya memasukkan token saya sudah benar padahal ternyata yang ditangkap oleh bank tokennya salah.

Webcamnya Lenovo AIO 520-22IKU Kurang Baik

Kekurangan kedua yang saya tangkap adalah hasil webcam bawaanya kurang baik.

Buruk sekali sih tidak, namun kualitasnya menurut saya agak ‘sedikit’ di bawah standar.

Dengan ruangan kerja saya yang diterangi 3 buah lampu seharusnya sudah cukup lumayan untuk penerangannya.

Namun ternyata hasil tangkapannya masih cenderung gelap dan pecah-pecah.

Ini salah satu poin yang menurut saya dapat diperbaiki oleh pihak Lenovo.

Karena biar bagaimanapun konsumen membayar sebuah produk yang terbilang eksklusif dari sebuah brand ternama tentu mengharapkan yang terbaik dari segi pengalaman penggunaannya.

Untuk bentuk webcamnya sendiri cukup unik karena diletakkan dengan sistem pop up yang bisa ditekan di bagian atas layar untuk menyembunyikannya.

Untuk mengeluarkannya cukup dengan menekan sedikit ke arah dalam maka per yang ada otomatis akan mendorong webcam untuk keluar.

Transfer Data Port USB nya Kurang Baik

Satu hal lagi yang saya temukan menjadi sebuah kekurangan dari komputer ini adalah saat saya mencoba untuk memindahkan file dari hardisk ke flashdisk berukuran 16GB ternyata sangat lambat.

Saya kurang mengerti apa yang salah, karena saat saya memindahkan file yang sama di komputer yang lain ternyata waktu yang dibutuhkan jauh lebih cepat.

slot USB dan HDMI di bagian belakang komputer Lenovo AIO 520-22IKU

Kesimpulan dan Penutup

Mungkin masih banyak yang bisa dibahas saat membahas komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini.

Tetapi dengan review di atas seharusnya rekan-rekan sudah bisa mendapat gambaran seperti apa kemampuan dari komputer ini.

Ternyata selain bentuknya yang terlihat elegant, komputer ini memiliki kemampuan yang cukup mumpuni untuk pekerjaan sehari-hari.

Hanya saja masih terdapat beberapa kekurangan yang agak cukup mengganggu.

Walau demikian saya tetap merekomendasikan komputer ini bagi yang membutuhkan komputer kompak untuk pekerjaan sehari-hari yang tidak terlalu berat.

Untuk segi ketahanannya sendiri setelah 3 tahun lebih ini tidak ada kerusakan yang dialami oleh komputer Lenovo AIO 520-22IKU ini.

Padahal setiap harinya komputer ini bisa menyala hampir 12 jam, cukup awet dan tidak ada penurunan kinerja yang cukup berarti dari sejak awal saya menggunakannya.

Demikian artikel review kali ini semoga bisa bermanfaat untuk rekan-rekan yang sedang ingin mengetahui mengenai Lenovo AIO 520-22IKU.

Jangan lupa tinggalkan komentar dan untuk yang ingin berlangganan artikel blog ini, silahkan isi form berlangganan yang terletak di bawah blog ini.

Cukup isi email anda, maka setiap terbit artikel baru di blog ini akan langsung dikirimkan ke email anda.

Terima kasih telah mengunjungi blog dennychristian.com ini.

Photoshop Gratisan Tanpa Harus Instal - Kenalkan PHOTOPEA
Review Printer Epson L210 Untuk Penggunaan Berat & Harian
Yuk bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan