Google Web Stories Plugin WordPress Untuk Membuat Rich Artikel

Google Web Stories plugin untuk WordPress baru saja diumumkan akan diluncurkan oleh Google.

Saat artikel ini ditulis, plugin ini masih dalam dalam proses beta, namun sudah membuat banyak orang antusias dengan plugin ini.

Apa Itu Google Web Stories Plugin

Google Web Stories Plugin untuk WordPress adalah sebuah plugin untuk membuat sebuah stories seperti yang kita temukan di instagram, status whatsapp atau tik tok.

Di dalamnya kita bisa bercerita dengan lebih leluasa dimana kita bisa meletakkan video, gambar, grafik , dsb sehingga lebih menarik untuk user.

Hal ini sering disebutkan oleh Google sebagai cara untuk menciptakan snackable content , atau konten yang lebih mudah dinikmati user.

Lebih mudahnya saya jelaskan seperti ini, bagi kita masyarakat Indonesia tentu familiar dengan Whatsapp.

Dan kita tentu sering membuat status di Whatsaap yang bisa bertahan 24 jam.

Isinya bisa teks, photo, gambar, video dsb yang bisa beberapa halaman.

Nah Web Stories ini menyerupai hal itu, hanya saja ini kita letakkan di web yang bisa bertahan selama yang kita inginkan.

cara download google web stories plugin

Para publisher dan content creator memang sudah mulai mencium bahwa Google sedang ingin melakukan sesuatu dengan stories ini.

Hal itu bisa dilihat semenjak Google juga meluncurkan Youtube Stories.

Kini setelah Google resmi mengumumkan akan meluncurkan Plugin Web Stories untuk WordPress, seakan mengkonfirmasi bahwa kita harus bersiap untuk mengadaptasi kemauan Google mengenai hal ini.

Google Akan Menampilkan Stories di SERP

Satu hal yang agak mengejutkan dan banyak membuat orang antusias adalah Google akan memberikan porsi Stories untuk tampil di SERP.

Note : SERP adalah Search Engine Result Page, atau hasil pencarian Google

Yang luar biasa Stories ini akan muncul di multi SERP !

Jika kita meletakkan photo/gambar/grafik maka itu hanya akan muncul di SERP dengan Google Search By Image.

Jika kita meletakkan video , maka video kita biasanya akan muncul dalam Google Search By Video (kecuali beberapa video youtube).

Namun dengan stories ini kabarnya akan mucul baik di pencarian biasa, by image, by video , by produk, dsb.

Tanggapan Publisher Tentang Web Stories Plugin Ini

Saat mendengar mengenai keinginan Google untuk menempatkan Stories dalam SERP seperti biasa ada pihak yang antusias, namun ada juga pihak yang skeptis.

Dan berikut kita akan melihat pendapat dari pihak yang antusias mengenai web stories plugin wordpress ini.

Keunggulan Yang Ditawarkan Web Stories Plugin

Pihak yang antusias tentu saja melihat keunggulan atau keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh Plugin ini.

Dari keuntungan yang ditawarkan, berikut adalah beberapa di antaranya :

  • Memberikan User Experience (UX) yang lebih baik bagi user
  • Bagi publisher pemula, akan mudah menciptakan rich content , walaupun tanpa pengetahuan teknis sekalipun.
  • Google Web Stories Plugin untuk WordPress ini sudah menyediakan banyak template yang bisa digunakan untuk membuat stories yang cantik.
  • Stories yang dibuat dengan plugin ini bisa kita tempatkan (embed) dalam berbagai tempat, website kita, website kita yang lain, dalam aplikasi, dsb.
  • Web Stories ini mempunyai data analisanya sendiri sehingga performanya bisa kita pantau melalui Google Analytics.
  • Web Stories ini dibuat berdasarkan format AMP sehingga lebih cepat di loading dan bisa membuat user untuk lebih lama di web kita.
  • Saat ini masih belum banyak yang menggunakan sehingga jika memang mendapat porsi di SERP artinya kita akan lebih cepat mendapat ranking di Google karena rendahnya kompetisi.
  • Bisa meletakkan link affiliasi kita dalam stories (namun kabarnya hanya dibatasi 1 link saja).

Pihak yang antusias antara lain beranggapan bahwa sepertinya Google ingin bersaing dengan Pinterest dalam hal menciptakan stories ini.

Stories juga merupakan sebuah cara baru untuk user mendapatkan informasi yang diinginkan secara lebih cepat.

Sehingga dengan adanya Web Stories ini akan lebih mudah mendatangkan trafik ke website kita karena muncul di multi SERP.

Pendapat Pihak Yang Skeptis Dengan Web Stories Plugin

Sementara pihak yang skeptis mereka mengkhawatirkan bahwa dengan adanya Stories, apalagi tercantum di SERP akan membuat user hanya membaca stories mereka dan tidak membaca keseluruhan isi artikelnya.

Mereka mengkhawatirkan Google seakan memanfaatkan (abuse) para publisher/content creator.

Para publisher sudah susah payah membuat artikel, namun dengan adanya stories akhirnya mereka tidak menuju ke website si publisher melainkan hanya membaca storiesnya saja.

Mereka merasa seakan Google menggunakan kekuasaannya dengan semena-mena memaksa setiap orang untuk beradaptasi dengan hal ini.

Sebagian dari mereka mengatakan bahwa seakan Google cheated atau mencurangi mereka dengan hal ini.

Namun menurut saya terlalu dini bagi kita untuk menarik kesimpulan, lagipula web stories plugin untuk wordpress ini masih dalam tahap beta.

Namun tentu tidak ada salahnya untuk kita pelajari, selain untuk menambah pengetahuan juga mempersiapkan jika memang benar-benar kita harus bersiap akan perubahan baru ini.

Cara Instal Plugin Web Stories

Google Web Stories Plugin untuk WordPress saat ini masih dalam tahap beta jadi masih belum tersedia di WordPress.org.

Jika anda ingin mengunduhnya supaya dapat lebih cepat melakukan start dibanding yang lain maka bisa download dengan klik tombol di bawah ini.

Setelah kita download maka kita akan mendapatkan file dalam bentuk Zip.

Sebagai catatan, karena ini masih dalam bentuk beta gunakan dengan hati-hati karena bisa saja menyebabkan error / konflik di website kita.

UPDATE : SEKARANG VERSI RESMINYA SUDAH KELUAR SEHINGGA BISA DI DOWNLOAD SECARA LANGSUNG DI BAGIAN PLUGIN WORDPRESS

Langkah selanjutnya adalah masuk ke dashboard wordpress kita, kemudian klik plugin

cara instal google web stories plugin

Setelah terbuka kemudian kita bisa melakukan upload / unggah file zip kita tadi.

Setelah selesai maka kemudian kita klik aktifkan untuk plugin itu bisa kita gunakan di dashboard wordpress kita.

cara menggunakan plugin web stories untuk wordpress

Cara Menggunakan Plugin

Untuk menggunakan plugin Google Web Stories Plugin Untuk WordPress ada beberapa hal yang harus dipahami terlebih dahulu.

Hal tersebut penting agar kita tidak salah dalam penggunaannya.

Teknis Penggunaan Web Stories Plugin Yang Perlu Diketahui

Berikut adalah pengetahuan teknisnya :

  • Halaman Stories kita harus minimal 5 halaman dan maksimal adalah 30 halaman.
  • Teks yang dapat kita gunakan untuk halaman Stories kita maksimal adalah 200 karakter.
  • Judul pada halaman stories kita tidak boleh melebihi 40 karakter.
  • Buatlah judul halamannya sesingkat mungkin.
  • Panjang Video jika ingin digunakan tidak lebih dari 15 detik.
  • Video harus dibuat dengan format portrait dan bukan dalam mode landscape, hal ini supaya video kita bisa tampil penuh bagi pengguna mobile.
  • Video kita juga harus dilengkapi dengan caption atau subtitle sehingga para pengguna bisa mengetahui tanpa menggunakan volume.
  • Stories kita harus menawarkan nilai tambah yang berguna dan jangan hanya berisi copywriting untuk berjualan saja.
  • Maksimal link afiliasi yang diijinkan adalah 1 buah link untuk setiap stories.

Praktek Membuat Web Stories Pertama

Setelah kita mengetahui ketentuan dan teknis penggunaan Web Stories Plugin ini, maka kita langsung saja praktek untuk membuatnya.

  • Untuk pertama kita masuk ke dashboard WordPress kita.
  • Langkah berikutnya temukan Menu “Stories”dan Klik “Dashboard”.
  • Tentukan apakah kita ingin membuat baru atau menggunakan Template yang disediakan.

Untuk template yang disediakan ada 8 jenis template yang isinya bisa kita ubah sesuka kita.

Tenplate tersebut adalah tentang ; Kecantikan, Makanan, DIY, Hiburan (Entertainment), Fashion, Fitness, Traveling, dan Kegiatan Sehari-hari.

Misakan kita akan membuat sebuah Web Stories tentang resep makanan, yang bahannya saya ambil dari video youtube saya tentang Pie Susu seperti di bawah ini.

Maka kita akan coba menggunakan template yang telah disediakan dengan tema Food.

Maka di template Food kita klik “Use Template”

  • Maka kita akan dibawa ke bagian editing Stories yang area kerjanya terbagi menjadi tiga bagian utama sebagai berikut :
stories builder plugin web stories

Jika kita melihat di area kerja pada gambar di atas maka dapat dilihat bahwa area 1 adalah untuk menyimpan media kita, baik gambar, video, photo, dll.

Kita bisa melakukan drag and drop dari gambar tersebut untuk di letakkan dalam halaman stories kita.

Area 2 adalah tempat untuk edit halaman stories kita.

Di area ini kita bisa mengubah elemen-elemen yang ada di halaman tersebut seperti teks, gambar/photo, menggesernya, memperbesar, mengecilkan, dll.

Di area 3 kita bisa melakukan kustomisasi dari elemen yang kita pilih.

Cara Membuatnya Sangat Mudah !

Disini saya membuat halaman pertama dari stories tentang Resep Pie Susu sesuai dengan video yang telah saya sebutkan tadi.

Untuk gambar saya capture dari video saya langsung, kemudian logo saya ambil dari freepik.

Ternyata seperti halnya meletakkan gambar di wordpress, Plugin Google Web Stories ini mendukung sistem Copy Paste.

Jadi saya tidak perlu menyimpan file gambar ke dalam komputer saya, melainkan cukup dengan screenshot layar komputer kemudian saya paste.

CARA SCREENSHOT LAYAR KOMPUTER BISA BACA DI ARTIKEL INI

Selain itu ternyata plugin ini juga mendukung sistem drag and drop dan pengaturan yang cukup lengkap baik untuk teks maupun gambar/video.

Hanya dalam beberapa saat saya berhasil membuat halaman depan dari stories saya.

Saya rasa bahkan untuk pemula sekalipun tidak akan kesulitan untuk membuat Web Stories menggunakan plugin ini.

Dan saya rasa hanya membutuhkan waktu 15-30 menit untuk membuat web stories yang cukup menarik.

Setelah selesai kita bisa mulai menerbitkannya dan melakukan embed di berbagai artikel, dan berbagai tempat.

Apakah Selesai ? Belum Lakukan SEO !

Ya, mungkin untuk sekarang masih belum terlalu banyak yang menggunakan Google Web Stories plugin ini.

Oleh karenanya belum terlalu banyak saingan dalam memperebutkan posisi di SERP.

Namun ke depan bisa dipastikan akan banyak yang berlomba-lomba menggunakannya.

Sehingga persaingan akan semakin padat, oleh karena itu kita tetap harus melakukan optimasi SEO terhadap Web Stories yang kita buat ini.

Beberapa hal yang perlu kita lakukan :

  • Video yang kita gunakan disarankan oleh Google diberikan subtitle
  • Gunakan Alt-image teks untuk gambar yang digunakan, walaupun kita tidak bisa mengeditnya melalui plugin tapi kita bisa editnya dengan membuka pustaka media wordpress kita.
  • Gunakan Link, tetap gunakan internal link untuk mendukung web stories kita.
  • Gunakan permalink dengan URL yang singkat dan mudah dipahami

Penutup dan Kesimpulan

Setelah kita mempelajari mengenai Google Web Stories Plugin untuk WordPress ini, semoga kita bisa mengerti bahwa ini adalah sebuah tool yang potensial.

Apalagi Google akan memberikan porsi khusus untuk menampilkannya dalam SERP.

Jadi apakah kita harus menggunakannya ?

Memang ini masih dalam tahap beta, dan penuh resiko karena ada beberapa kasus plugin ini konflik dengan beberapa plugin lainnya.

Namun pendapat saya pribadi setidaknya kita harus mulai coba untuk menggunakannya.

Selain kita bisa ‘mulai duluan’ dibandingkan pesaing kita, kita juga bisa mulai membiasakan diri untuk penggunaannya.

Kita lihat apakah janji Google mengenai Web Stories ini benar terbukti bahwa Web Stories kita akan langsung muncul di SERP.

Jika benar maka tentu kita akan mendapat keuntungan, namun jika tidak kita bisa memutuskan apakah kita akan tetap mempertahankan atau menghapusnya.

Hal itu lebih baik daripada kita kehilangan kesempatan, jika memang ternyata apa yang dikatakan Google terbukti.

Bagaimana pendapat anda ?

Tool Riset Keyword Gratis Dibandingkan Satu Sama Lain (Mengerikan !!)
Membuat Deskripsi Produk Toko Online Yang SEO Friendly
Yuk bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan