Daur Ulang Artikel : Trik Hebat Menghidupkan Artikel Lama

Daur ulang artikel lama mungkin menjadi satu langkah penting yang sering tidak dilakukan orang.

Sebagai seorang blogger sudah merupakan kewajiban kita untuk terus menerbitkan artikel di blog kita.

Tapi kita juga harus menyadari ratusan ribu bahkan mungkin jutaan artikel diterbitkan setiap hari di dunia ini yang bersaing dengan artikel kita.

Kalau kita mau jujur, dari seluruh artikel yang sudah kita tulis dan posting di blog kita berapa banyak yang bisa menghasilkan trafik ?

Jika anda seperti juga saya pada awalnya, dari ratusan artikel yang sudah saya tuliskan ternyata hanya 3-5 artikel yang berhasil memberikan trafik yang memuaskan.

Lantas kemana ratusan artikel lainnya yang sudah saya tulis sebelumnya, bahkan beberapa tahun sebelumnya?

Terkubur ! Ya benar mati terkubur dalam blog saya !

Kalau itu juga terjadi pada anda, maka anda perlu membaca artikel ini sampai habis.

Artikel Yang Tidak Mendatangkan Trafik = Buang Waktu

Mungkin banyak dari rekan pembaca yang awalnya seperti saya.

Pemahaman saya sewaktu awal-awal memulai sebuah blog adalah posting sebanyak-banyaknya, dengan target sampai ribuan artikel secepatnya.

Setelah menulis puluhan artikel, blog saya mulai mendapatkan kunjungan, dan naik sedikit demi sedikit.

Semakin banyak artikel yang saya posting semakin banyak kunjungan yang datang ke blog saya.

Namun setelah saya mengenal cara membaca Google Analytics, saya baru menyadari ada yang salah dengan strategi saya.

Dari analisa tersebut saya melihat bahwa artikel yang mendatangkan trafik hanyalah kurang lebih 20 artikel saja.

Berikut screenshot ranking artikel saya di Google Analytics per 25/08/2020 dengan rentang tanggal 30 hari terakhir.

memilih daur ulang artikel

Masih sedikit ya karena blog ini baru aktif lagi bulan Mei 2020 semenjak Covid-19, dimana sebelumnya blog ini sempat mati suri bertahun-tahun.

Untuk 5-6 artikel pertama trafiknya cukup bagus, namun sisanya hanya mendatangkan beberapa pengunjung perhari.

Itupun tidak stabil.

Pada saat saya menyadari hal itu jumlah artikel dalam blog saya sudah melebihi 200 artikel.

Lalu kemana 180 artikel lainnya yang sudah saya tulis dengan susah payah ?

Pada saat itu mungkin secara kebetulan, saya mendapat sebuah video dari seorang internet marketer terkenal yang isinya tentang daur ulang artikel lama anda.

Testimoni Akibat Melakukan Daur Ulang Artikel

Ya, saya akan memberikan testimoni pribadi, bukan hanya mendengar dan membaca dari cerita orang lain saja.

Setelah saya mendapatkan video tentang daur ulang artikel lama tersebut, saya memutuskan untuk menguji-cobanya pada salah satu artikel lama saya.

Artikel ini adalah sebuah artikel yang dahulu sempat mendapatkan ranking yang bagus di Google mengenai sebuah aplikasi.

Namun karena perkembangan aplikasi tersebut yang begitu pesat, akhirnya banyak pembaharuan yang dilakukan di aplikasi tersebut.

Banyak orang lain yang juga menuliskan mengenai aplikasi tersebut.

Akhirnya artikel saya mengalami penurunan yang cukup parah, bahkan terakhir hanya menghasilkan kunjungan 1-2 orang saja SEMINGGU (hehe).

Awalnya saya tidak terlalu perduli, karena ada beberapa artikel yang berhasil menggantikannya.

Namun setelah mendapat video itu akhirnya waktu itu saya memutuskan untuk memperbaharui artikel tersebut.

Beberapa hal saya lakukan untuk update artikel tersebut mengikuti perkembangan aplikasi yang menjadi pokok bahasan artikel tersebut.

Apa yang saya alami ?

Tidak sampai 2 hari setelah saya melakukan daur ulang artikel tersebut, tiba-tiba artikel saya seperti mendapatkan kehidupan baru.

Perlahan-lahan trafiknya mulai naik kembali, wah mantap.

Cara Melakukan Daur Ulang Artikel Lama

Jika anda juga seperti saya, memutuskan untuk melakukan daur ulang artikel lama anda, beberapa hal harus anda perhatikan.

Kita tidak bisa secara sembarangan melakukan daur ulang artikel lama kita tersebut.

Terutama untuk artikel yang sifatnya trending artikel atau artikel berita, maka tentu cara ini tidak bisa kita lakukan.

Namun jika artikel anda adalah artikel yang ‘evergreen’ dan selalu dicari orang seperti tutorial, cara diet, cara memasak, dsb maka langkah ini mungkin akan mengangkat trafik blog anda.

Dari beberapa sumber yang saya pelajari cara melakukan daur ulang ada beberapa langkah yang harus kita lakukan.

Cari Artikel Yang Pernah Mendapat Ranking Bagus Google

Mengetahui cara menganalisa trafik blog adalah sebuah kemampuan dasar yang harus dikuasai oleh seorang blogger.

Banyak manfaat untuk kita mengetahui keadaan trafik kita supaya kita tidak seperti orang yang berjalan tanpa arah.

Saya pernah menuliskan sebuah artikel untuk cara mudah mengecek analisa trafik WordPress yang bisa dibaca DI ARTIKEL INI

Lebih bagus lagi jika anda bisa membaca analisa Google Analytics dari blog anda.

Dari analisa tersebut kita akan bisa mengetahui artikel mana saja di blog kita yang mendatangkan trafik.

Jika kemudian artikel tersebut berhenti memberikan trafik atau mengalami penurunan yang cukup signifikan maka ini bisa menjadi target daur ulang artikel kita.

indikasi artikel harus di daur ulang

Jika kita sudah mendapatkannya sebelum kita memutuskan untuk memilihnya, perhatikan beberapa pertimbangan ini :

a. Apakah Masih Ada Pencarinya ?

Ini penting untuk pertama kita riset dahulu.

Jangan sampai penurunan trafik di artikel tersebut disebabkan karena memang sudah tidak ada pencarinya lagi.

Oleh karena itu kita perlu melakukan riset ulang keyword yang kita gunakan untuk artikel tersebut.

Jika ternyata memang masih banyak peminatnya tentu artikel ini masih potensial untuk kembali mendatangkan trafik bagi kita.

b. Lebih Baik Membuat Baru Atau Daur Ulang Artikel ?

Jika artikel tersebut sudah terlalu lama dan perlu perombakan total serta menyeluruh, maka bisa dipertimbangkan untuk membuat artikel baru saja.

Namun kembali semuanya tergantung kepada pertimbangan anda.

Jika dirasa tidak masalah untuk melakukan perombakan total terhadap artikel tersebut , hal itu sah-sah saja.

Apalagi karena URL nya sudah pernah terdaftar di Google dan pernah mendapat ranking.

c. Jangan Merubah URL / Permalink Artikel.

Hal ini karena kita ingin memanfaatkan URL artikel tersebut yang sudah disukai Google.

Sehingga jika alamat URL nya berubah, maka percuma saja jika Google menampilkan artikel kita untuk keyword yang diranking.

Karena sewaktu user melakukan klik terhadap link tersebut maka halaman artikel kita tidak lagi ditemukan.

Maka akibatnya Google malah akan menghapus url tersebut.

Bagaimana Jika Tidak Ada Artikel Yang Pernah Ranking di Google ?

Kalau ini yang terjadi setelah anda menuliskan lebih dari 50 artikel bahkan sampai ratusan artikel maka ada yang salah dengan strategi blog anda.

Saya menyarankan anda untuk lebih dahulu mempelajari cara melakukan riset keyword yang lebih baik.

Untuk itu ijinkan saya untuk menyarankan sebuah artikel yang saya tuliskan sebelumnya untuk mengenal lebih dahulu mengenai SEO.

KURSUS SEO GRATIS : MENGENAL SEO UNTUK RANKING DI GOOGLE

Namun jikapun itu yang terjadi maka kita bisa melakukan daur ulang artikel lama kita dengan strategi yang berbeda.

a. Pilih Artikel Yang Justru Ranking Teratas

Kalau tidak ada artikel yang pernah mendapatkan ranking tinggi di Google, maka strateginya terbalik dengan sebelumnya.

Yaitu kita justru akan memilih daur ulang artikel yang mendatangkan trafik namun belum signifikan.

Kita bisa memilih artikel yang sudah ada trafiknya tetapi jumlahnya masih sedikit sekali.

Saran saya jika ada pilih yang menduduki ranking 5-10 pertama di analisa trafik anda.

b. Berikan Manfaat Baru

Artikel yang sudah mendapatkan trafik namun masih dalam jumlah sedikit, mempunyai arti artikel tersebut sudah ada pencarinya namun kalah dari artikel lainnya.

Silahkan buka Google dan lihat artikel yang menduduki tempat 1-3 dengan kata kunci yang sama dengan artikel yang hendak kita daur ulang tersebut.

Lihat bagaimana mereka memberikan User Experience (UX) kepada pembacanya.

Apa manfaat yang mereka berikan yang belum ada pada artikel kita.

Setelah mendapatkan intisarinya, tambahkan itu semua ke dalam artikel kita untuk sebisa mungkin melebihi artikel di ranking 1-3 Google tersebut.

Seperti apa artikel yang lebih baik ?

Untuk menjawab ini memerlukan keterangan yang cukup panjang , namun untuk mengertinya bisa dengan membaca artikel yang sudah saya jelaskan mengenai SEO tadi.

Cara Melakukan Daur Ulang Artikel Lama

Sampai disini penjelasan yang telah diberikan semoga bisa mudah dipahami bagaimana memilih artikel yang akan di daur ulang.

Jika sudah memilih artikelnya, maka sekarang kita sampai kepada bagaimana cara melakukan daur ulangnya.

Cara ini murni apa yang saya lakukan dengan artikel lama yang sudah saya sebutkan di atas ya.

Mungkin beda orang bisa berbeda caranya, namun apa yang saya lakukan terbukti berhasil menghidupkan kembali artikel lama saya tersebut.

Daur Ulang Gambar Yang Sudah Tidak Sesuai

Ini adalah yang pertama kali saya lakukan.

Saat membuka lagi artikel lama saya tersebut saya mendapati bahwa gambar yang saya tampilkan ternyata sudah tidak sesuai.

Aplikasi yang saya bahas sudah banyak mengalami perubahan sehingga tidak sesuai lagi dengan gambar saya.

Hal ini tentu saja membuat pembaca bingung, akhirnya meninggalkan artikel kita.

Hal itulah yang mengirimkan sinyal yang buruk untuk Google bahwa artikel kita sudah tidak disukai orang.

Oleh karena itu saya memperbaharui gambar-gambar yang ada dengan tampilan terbaru aplikasi tersebut.

ganti image yang sudah tidak sesuai

Update Keterangan Yang Sudah Tidak Sesuai

Jika tampilannya sudah berubah, tentu saja ada beberapa keterangannya yang juga berubah.

Karena itu setelah melakukan update gambar, saya juga merubah beberapa keterangan yang sudah tidak sesuai.

Saya menyesuaikannya dengan keterangan yang baru sehingga artikel saya menjadi lebih up to date untuk dibaca dan dipahami.

Jika ada penambahan fungsi-fungsi yang sebelumnya tidak ada maka saya juga menambahkannya ke artikel tersebut.

Berikan Manfaat Baru

Jika sebelumnya artikel kita pernah mendapat ranking dan mendatangkan trafik yang cukup banyak.

Namun kemudian menurun, sedangkan setelah kita cek keyword tersebut masih banyak pencarinya, maka artinya ada artikel yang memberikan manfaat lebih dibanding artikel kita terhadap kata kunci tersebut.

Silahkan lakukan riset ulang dan temukan manfaat apa yang masih kurang dalam artikel kita.

Apakah artikel kita kurang memberikan UX yang baik, ataukah ada manfaat yang belum tercantum dalam artikel kita.

Apakah bahasanya kurang bisa dimengerti.

Mengenai bahasa ini memang untuk blogger yang merupakan penulis solo karir seperti saya terkadang malas melakukan editing.

Setelah kita menulis kemudian langsung kita publish, dan tinggalkan.

Ternyata beberapa waktu kemudian saat kita membaca lagi kita baru menyadari bahwa tulisan kita ternyata sulit dimengerti.

Bahkan banyak kata-kata yang salah tulis, kurang huruf, dsb.

Oleh karena itu sebenarnya untuk blog dengan team biasanya ada bagian khusus editor yang tugasnya melakukan editing terhadap setiap tulisan agar lebih mudah dipahami.

Untuk itu sebisa mungkin baca kembali artikel yang telah kita posting untuk dapat melakukan editing lebih baik.

Saya pun belakangan mulai melakukan hal ini (walaupun kadang rasa malas itu tetap saja datang menghampiri, hehe).

Buat Artikel Kita Menjadi Lebih Menarik

Hal ini mungkin sama dengan memberikan manfaat baru di atas tadi.

Namun membuat artikel lebih menarik maksud saya disini adalah buat artikel kita lebih kaya (Rich Content).

Karena biar bagaimanapun Google sangat menyukai Rich Content yang mengupas suatu hal secara lebih mendalam dan dapat memberikan solusi.

Buat pembaca kita merasa puas serta mendapat jawaban yang diinginkan dengan membaca artikel kita.

Untuk membuat Rich Content kita bisa menambahkan Video, atau bahkan WEB STORIES yang akan diluncurkan Google sebentar lagi.

Khusus untuk Web Stories ini saya juga kemarin sempat melakukan eksperimen dengan memasang plugin Google Web Stories.

Saya menempatkan web stories ini di salah satu artikel yang saya buat.

Padahal web stories yang saya buat itu saya asal saja membuatnya (tidak sampai 10 menit saya buat).

Ajaibnya artikel tersebut langsung mendapatkan trafik yang bahkan melebihi artikel-artikel yang menurut saya lebih berpotensi mendatangkan trafik.

Namun karena akhirnya Blog saya ‘Down’ akhirnya saya memutuskan untuk melepas plugin versi Beta tersebut sambil menunggu versi resminya keluar.

Yang mau baca kisah saya bereksperimen dengan Plugin Web Stories ini bisa membaca :

ARTIKEL : EKSPERIMEN SAYA DENGAN PLUGIN GOOGLE WEB STORIES

Kesimpulan dan Penutup

Dengan melakukan daur ulang artikel lama kita ada beberapa keuntungan yang bisa kita dapat.

  • Yang pasti kita tidak repot mencari ide baru, tinggal mengembangkan ide yang sudah ada.
  • Kita tidak terlalu lama menghabiskan waktu untuk Riset Kata Kunci karena artikel itu sudah terbukti menghasilkan trafik.
  • Artikel kita akan menjadi lebih up to date bagi pembaca sehingga memberikan kesan blog kita dikelola dengan baik.
  • Artikel yang outdated menjadi tidak relevan dan bisa menurunkan ranking blog kita.

Oleh karena itu buat rekan pembaca blogger yang belum mencoba melakukan hal ini, silahkan mencobanya dan coba dilihat hasilnya.

Saran saya lakukan dengan hati-hati dan penuh analisa.

Internet Marketer yang saya ceritakan di atas mengatakan bahwa dia sudah menulis lebih dari 4.000 artikel sebelum dia menyadari hal ini.

Akhirnya dia tidak terlalu berfokus untuk menerbitkan artikel baru, cukup sekali seminggu untuk menerbitkan artikel baru.

Namun di hari lainnya dia dan teamnya berfokus untuk melakukan daur ulang artikel lama yang terkubur di blog nya.

Untuk itu dia katakan sangat menyesal menghabiskan begitu banyak waktu untuk membuat artikel-artikel yang hanya terkubur begitu saja di blognya.

Jika blog kita belum mempunyai artikel yang banyak tentu menerbitkan artikel baru tetap harus menjadi fokus kita.

Namun jika artikelnya sudah ribuan tetapi trafik hanya datang dari beberapa artikel saja, tentu strategi daur ulang artikel lama ini bisa menjadi pilihan.

Karena kita tentu tidak mau menghabiskan waktu sia-sia juga bukan ?


FAQ Schema Markup Trik SEO Yang Mendatangkan Trafik
Gagal update.The response is not a valid JSON response di WordPress
Yuk bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan