Cara Membuat Artikel Blog Yang Baik Menurut Google

Cara membuat artikel blog yang baik menurut Google ternyata sangatlah berbeda dengan anggapan kebanyakan orang.

Selama ini ternyata banyak orang yang berpatokan pada hal-hal yang salah yang sebenarnya bahkan tidak diperhitungkan Google.

Kemarin saya mempelajari dari sebuah video yang diberikan oleh Google Webmaster mengenai hal ini.

Ternyata faktor PALING UTAMA yang diperhitungkan Google dalam memberikan ranking sebuah artikel adalah : KEPUASAN USER atau sering disebut dengan istilah User Experience (UX).

Kembali saya disadarkan pada hal yang paling mendasar, bagaimana artikel kita menjawab pertanyaan user.

Bagaimana mengusahakan agar user menemukan JAWABAN YANG DICARINYA dalam artikel kita.

Semakin relevan artikel kita menjawab pertanyaan yang diketikkan user melalui kata kuncinya, maka tidak perduli artikel kita hanya 50 kata ataupun 4.000 kata maka Google akan menaikkan rankingnya.

Melihat dari penjelasan Google Webmaster tersebut saya seperti mendapatkan pencerahan.

Ternyata faktor-faktor yang selama ini sering dianggap penting hanyalah berfungsi sebagai bumbu-bumbu penyedap untuk artikel kita.

Jika KITA TIDAK MENYENTUH FAKTOR UTAMANYA, maka semua bumbu-bumbu penyedap itu TIDAK ADA GUNANYA !

Oleh karena itu melalui artikel ini saya ingin membagikan kembali apa yang dibagikan oleh Google Webmaster tersebut.

Dengan mengerti apa yang akan dijelaskan oleh artikel ini, maka kita akan terhindar dari jebakan yang banyak dialami banyak orang.

Pertanyaan Cara Membuat Artikel Blog Yang Sering Ditanyakan

Sama seperti yang saya lihat pada videonya, maka saya akan mencoba menyusun struktur artikel ini dalam bentu tanya jawab (Q & A).

Hal ini bertujuan agar artikel ini semakin mudah dipahami.

Banyak Kata Dalam Membuat Artikel

Banyaknya kata dalam membuat artikel blog seringkali dianggap menjadi sebuah patokan yang HARUS dilakukan oleh para blogger.

Tentu kita sering mendengar bahwa artikel tersebut harus minimal memuat 300 kata, bahkan lebih banyak lebih baik.

Apakah itu benar ?

Berikut adalah pembahasannya.

1. Minimal berapa kata yang harus kita tuliskan saat kita membuat artikel untuk Blog ?

Jawaban yang diberikan ternyata sangat mengagetkan, tidak ada batas minimal dalam menyusun kata dalam artikel.

Yang terpenting adalah bagaimana kita menjawab pertanyaan yang dicari user.

Jika pertanyaan tersebut bisa kita jawab hanya dengan 100 kata misalnya, ya sudah kita tidak perlu memanjang-manjangkan artikel kita.

WOW !

Hal ini berbeda bukan dengan apa yang selama ini kita mengerti, bahwa artikel yang baik itu harus sekian kata, dsb.

2. Jika banyak kata tidak menjadi faktor SEO, dimisalkan ada 2 artikel yang membahas hal yang sama dimana artikel 1 sepanjang 100 kata, artikel 2 sepanjang 1.000 kata mana yang dianggap terbaik oleh Google ?

Google tidak melihat jumlah katanya, tapi mana yang memberikan jawaban terlengkap.

Jika artikel dengan 1.000 kata itu isinya tidak jelas, berputar-putar tidak karuan, sering mengulang kalimat dan bertele-tele, maka bisa saja artikel dengan 100 kata itu yang dianggap bagus oleh Google.

Hal ini jika artikel itu bisa menjawab pertanyaan user secara jelas, lengkap dan gamblang walaupun hanya dengan 100 kata.

Hal ini pun pernah saya alami sendiri dimana ada artikel saya yang bahkan sampai 7.000 kata dan saya tuliskan dalam waktu 12 jam nonstop.

Saya riset dengan baik, banyak memasukkan data dan saya anggap saya sudah membahas secara lengkap untuk topik dengan kata kunci yang saya bidik yaitu “apa itu SEO“.

Saya sengaja melakukan eksperimen dengan membidik kata kunci yang sangat kompetitif namun masih ada peluang untuk masuk ke halaman 1.

Rata-rata artikel untuk kata kunci ini ditulis antara 2.000-3.000 kata maka saya menuliskannya hingga mencapai 7.000 kata.

Anda tahu dimana posisi artikel saya saat ini ?

Bahkan tidak masuk ke halaman 1-20 Google !

Yang lebih menggelikan, artikel saya itu bahkan kalah dengan artikel yang membahas mengenai artis-artis korea yang namanya mengandung kata SEO, ha ha ha.

cara membuat artikel yang baik tidak tergantung dari banyak kata

Ini membuktikan bahwa ternyata lebih banyak kata bukan berarti lebih baik.

3. Kalau begitu kenapa seringkali artikel yang lebih banyak kata lebih sering mendapat ranking yang bagus ?

Pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan saya, namun jawaban yang diberikan oleh Google Webmaster adalah hal itu terjadi bukan karena banyak kata yang terdapat di dalamnya.

Namun karena Google memandang artikel tersebut lebih lengkap menjawab pertanyaan user.

Jadi artikel itu lebih tepat dalam menguraikan point-point yang dicari user dan struktur pembahasannya lebih relevan untuk dapat direkomendasikan oleh Google.

Sekali lagi bukan karena banyaknya kata yang menyebabkan artikel itu mendapatkan ranking.

4. Jadi apa patokan untuk menentukan berapa banyak kata yang perlu dituliskan dalam sebuah artikel ?

Saat anda menuliskan sebuah artikel blog, cara yang baik tentu saja dengan membidik sebuah kata kunci bukan ?

Sebagai patokan anda bisa melihat artikel-artikel lain yang membahas kata kunci yang sama.

Berapa rata-rata kata yang termuat dalam artikel-artikel tersebut.

Tentu bukan sebuah keharusan, anda harus menyamai jumlah kata dalam artikel tersebut.

Namun tujuan kita melihatnya adalah untuk melihat apakah ada point-point penting yang belum anda bahas dalam artikel anda.

Jadi apabila artikel anda hanya memuat 500 kata, namun artikel lainnya rata-rata memiliki 2.000 kata maka kita harus menelitinya.

Jangan-jangan ada point yang belum anda sertakan.

Namun jika dirasa dengan 500 kata artikel anda sudah bisa menjawab pertanyaan user dengan jelas dan lengkap bukan berarti anda tetap harus memperpanjangnya menjadi 2.000 kata.

Membuat Artikel Blog Baru Atau Mengupdate Yang Sudah Ada

Banyak juga yang bingung , terutama blogger pemula mengenai berapa banyak artikel yang harus saya buat dalam blog saya?

Terutama karena terdapatnya pertentangan pendapat antara dua kubu dalam tutorial cara dan strategi blogging, yaitu :

  • Kubu kuantitas
  • Kubu kualitas

Dari pihak kubu kuantitas mengatakan buat sebanyak-banyaknya artikel blog anda, tidak usah perdulikan SEO pasti nanti ada artikel anda yang nyangkut di halaman 1 Google.

Jadi mereka mentargetkan buat 1.000 artikel, kalau dengan 1.000 artikel belum mendapatkan hasil yang signifikan buat lagi sampai 10.000 artikel.

Sementara kubu yang seberang yaitu kubu kualitas mengatakan, tidak perlu banyak-banyak membuat artikel.

Yang terpenting adalah kualitas artikel itu sendiri, usahakan menempatkan faktor-faktor SEO dengan mengoptimasi artikel dan blog itu sendiri.

Malah saya pernah melihat dari sebuah video Youtube yaitu channel Income School yang membahas mengenai SEO.

Mereka hanya membuat 30 artikel tentang camper kemudian membiarkannya begitu saja, namun trafik dan penghasilan yang didapatkan begitu luar biasa.

Jadi pendapat mana yang benar ?

1. Berapa banyak artikel yang harus dibuat dalam 1 blog ?

Jawabannya tidak ada jumlah yang pasti mengenai hal tersebut.

Dikatakan jika kita bisa memilih niche yang sangat spesifik tentu tidak banyak artikel yang bisa kita terbitkan untuk membahas niche tersebut.

Jadi mungkin sekitar 30-50 artikel berkualitas seharusnya cukup mendatangkan trafik ke blog tersebut.

Kuncinya sekali lagi artikel berkualitas yang memberikan user experience yang baik.

Sebaliknya jika pertanyaannya dibalik, berapa artikel dikatakan kebanyakan dalam 1 blog ?

Kembali jawabannya tidak ada yang disebut sebuah blog kebanyakan artikel.

Yang ada jika artikel yang banyak tersebut hanya mengulang-ulang pembahasan yang sama maka itulah yang tidak disukai Google.

2. Ada yang mengajarkan cara membuat artikel dengan mengganti beberapa kata saja misalnya nama kota, apakah itu berfungsi ?

Yup, saya banyak mendengar mengenai cara membuat artikel yang mudah, yaitu kita membuat 1 artikel kemudian kita copy paste dan kita ganti hanya nama kotanya saja.

Saat ini hal seperti itu sudah TIDAK BERFUNGSI LAGI !

Jika kita membuat artikel tersebut SAMA PERSIS dan hanya mengganti nama kotanya maka Google akan menganggap artikel tersebut sebagai duplikasi.

BACA JUGA : Cek Duplikasi Konten Di Blog Kita Dengan Site Liner

Jika beberapa artikel kita dianggap merupakan artikel duplikasi, maka akan kena algoritma Google yang disebut Canonical.

Tapi kok ada banyak yang berhasil ranking dengan cara seperti itu ?

Coba teliti lagi apakah artikel-artikel mereka SAMA PERSIS atau berbeda-beda, baik strukturnya, gambarnya, dsb.

Kita bisa saja membuat artikel yang seperti itu (LBO misalnya) namun tetap tambahkan kata dan buat setidaknya berbeda antara satu artikel dengan yang lainnya.

3. Apa Itu Google Canonical ? Dan Apa Hubungannya Dengan Cara Membuat Artikel Blog ?

Secara singkat Google Canonical adalah dua atau lebih artikel yang dianggap sama oleh Google, sehingga akhirnya Google hanya meranking 1 artikel saja dan yang lainnya diabaikan.

Hal ini bisa sangat merugikan karena akibatnya artikel-artikel lain yang sudah susah payah kita tuliskan tidak akan/jarang dirayapi lagi oleh Google.

Kerugiannya adalah jika kita mendapat backlink justru di artikel yang dianggap merupakan duplikasi atau kanonikal, maka itu akan dihitung sebagai backlink yang kurang nilainya.

Jika kita salah mengoptimasi artikel tanpa menyadari bahwa ternyata artikel yang kita optimasi adalah artikel yang terkena canonical Google, maka optimasi kita akan sia-sia.

Namun untuk LBO (Local Bussiness Optimization) mungkin hal tersebut masih bisa dilakukan, karena adanya fitur SERP Google yang menampilkan hasil dari lokasi terdekat.

Note :

Belum tahu apa itu LBO ? Waduh itu trik bisnis online yang bisa membuat anda banjir pesanan loh, pelajari di SB1M ya..disana banyak dibahas tips dan triknya, kalau mau belajar gratis klik gambar di bawah ini ya.gratis kok !

4. Jadi jika blog sudah mempunyai cukup artikel lebih baik membuat artikel baru atau update yang sudah ada?

Jika pembahasan tentang sesuatu sudah pernah anda tuliskan dalam blog anda, kemudian bahasan tersebut mengalami update sebaiknya anda juga melakukan update atas artikel lama anda.

Saya pernah menuliskan hasil dari praktek saya melakukan hal ini dalam sebuah artikel DISINI

Namun jika ternyata anda mempunyai pokok bahasan yang baru yang dirasa bisa memberikan manfaat tambahan bagi blog anda silahkan buat artikel yang baru.

Google Webmaster itu mengatakan buat artikel anda selengkap dan sekomprehensif mungkin, sehingga Google akan melihatnya sebagai ULTIMATE ARTICLE (itu istilah mereka).

Jika sudah demikian maka kata Google Webmaster kitalah yang akan MEMAKSA Google untuk memberikan ranking terbaik bagi artikel kita.

Kesimpulan Dan Penutup

Setelah kita sama-sama membahas mengenai banyak hal di atas, tentu sekarang kita jadi sadar bahwa ternyata banyak SEO salah kaprah yang terjadi dan dilakukan para blogger.

Yang utama dalam membuat blog dan membuat artikel adalah bagaimana membuat user menemukan jawaban atas apa yang dicarinya dalam artikel kita.

User experience itulah FAKTOR UTAMA SEO dan yang lain hanyalah sebagai bumbu penyedap.

Jadi jika anda termasuk seperti saya yang lebih mementingkan hal-hal tidak penting dibanding user experience mulai saat ini sebaiknya tinggalkan cara itu.

Mulailah fokus memberikan manfaat kepada user, maka sebagai hadiahnya Google akan memberikan anda ranking yang tinggi untuk setiap artikel anda.

Untuk rekan-rekan yang mau menyaksikan video Google Webmaster yang kita bahas dalam artikel ini, berikut adalah videonya :

Sumber : Google Webmaster Youtube Channel

Semoga artikel ini berguna untuk anda, dan silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar.

Share jika dirasa artikel ini bisa berguna untuk orang lain, dan jika ingin berlangganan silahkan isi kolom berlangganan di bagian bawah blog ini.

Istilah Internet Yang Sering Kita Temukan Saat Belajar Bisnis Online
Yuk bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan